|
Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
Bali Post adalah sebuah surat kabar
harian yang terbit di Kota Denpasar, Bali, Indonesia.
Bali Post terbit berpusat di Wisma Gedung Pers Bali
Ketut Nadha di Jalan Kebo Iwo Nomor 63 A, Denpasar.
Harian Pagi Bali Post merupakan harian terbesar di Kota
Denpasar dan merupakan salah satu harian dengan oplah
terbesar di Bali. Harian Pagi Bali Post mengklaim sebagai
"Koran Nasional Kota Denpasar".
Koran ini didirikan oleh Ketut Nadha,
pelopor pers di Bali dan Nusa Tenggara. Cikal bakal
Bali Post adalah harian Suara Indonesia yang diterbitkan
Nadha pada 16 Agustus 1948, saat revolusi bersenjata
di Indonesia masih terjadi. Ketika situasi politik berubah,
majalah itu harus berganti nama jadi Suluh Indonesia
pada 1966 dan berganti lagi menjadi Suluh Marhaen pada
1 Juni 1966 hingga 1 Mei 1971.
Nadha dan kawan-kawannya lalu mendirikan
PT Bali Press dan menerbitkan harian umum pagi Bali
Post dengan surat izin Surat Ijin Terbit No. 0359/PER/SK/DIR
PP/SIT/1971 tertanggal 1 September 1971. Koran yang
terbit sejak 1972 ini juga menjadi anggota Serikat Penerbit
Suratkabar.
Kantor pertamanya beralamat di Jalan
Bisma Nomor 1, Denpasar. Hingga 1976, alamat itu juga
menjadi kantor redaksi surat kabar Suluh Marhaen yang
dinaungi Yayasan Gesuri pimpinan Raka Wiratma. Di Bali
Post, Ketut Nadha menjadi pemimpin umum, Raka Wiratma
jadi penanggung jawab dan pemimpin redaksi, serta Widminarko
sebagai wakilnya. Ketiganya menjadi tokoh-tokoh pers
Bali.
Ketika terbit pertama kali, Bali
Post mengusung jargon "Pengemban Pengamal Pancasila".
Pada awalnya, koran ini hanya terbit empat halaman,
sebagaimana lazimnya surat kabar pada masa itu. Pada
awal dekade 1980-an, oplahnya tak tersaingi surat kabar
lain, seperti Nusa Tenggara dan Karya Bhakti. Tirasnya
pada 1980-1984 berkisar 19.200-24.500 eksemplar per
hari. Pada 1988 tiras itu naik menjadi sekitar 39.000
eksemplar per hari.
Pada dekade itu edisi mingguannya
menjadi mitra pemerintah dalam program Koran Masuk Desa.
Oplah edisi itu 21.000 eksemplar pada 1980-1984, 23.800
eksemplar pada 1985-1987, dan melompat ke 35.500 eksemplar
pada awal 1988. Kontribusi koran-koran lain dalam program
Koran Masuk Desa tak lebih dari separuh oplah Bali Post.
Sejak 1990 kantor redaksi Bali Post
pindah ke sebuah bangunan dari Wisma Gedung Pers Bali
Ketut Nadha di Jalan Kebo Iwo Nomor 63 A, Denpasar.
Nama bangunan itu dipersembahkan kepada Ketut Nadha.
Sepeninggal Nadha, tongkat pimpinan
dipegang putranya, Satria Naradha, yang mengembangkan
Kelompok Media Bali Post (KMB), konglomerasi media yang
tersebar di berbagai segmen, dari anak-anak hingga orang
tua.
Sejak 2007, Bali Post juga memberi
Penghargaan Nadha Nugraha kepada insan pers dan warga
Bali yang memberikan pengabdian nyata dalam bentuk apa
saja dan mengharumkan nama Bali.
|