| |
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jawa Pos adalah surat kabar harian
yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Jawa Pos merupakan
harian terbesar di Jawa Timur, dan merupakan salah satu
harian dengan oplah terbesar di Indonesia. Sirkulasi
Jawa Pos menyebar di seluruh Jawa Timur, Bali, dan sebagian
Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Jawa Pos mengklaim sebagai
"Harian Nasional yang Terbit dari Surabaya".
Sejarah
Jawa Pos didirikan oleh The Chung Shen pada 1 Juli 1949
dengan nama Djawa Post. Saat itu The Chung Shen hanyalah
seorang pegawai bagian iklan sebuah bioskop di Surabaya.
Karena setiap hari dia harus memasang iklan bioskop
di surat kabar, lama-lama ia tertarik untuk membuat
surat kabar sendiri. Setelah sukses dengan Jawa Pos-nya,
The Chung Shen mendirikan pula koran berbahasa Mandarin
dan Belanda. Bisnis The Chung Shen di bidang surat kabar
tidak selamanya mulus. Pada akhir tahun 1970-an, omzet
Jawa Pos mengalami kemerosotan yang tajam. Tahun 1982,
oplahnya hanya tinggal 6.800 eksemplar saja. Koran-korannya
yang lain sudah lebih dulu pensiun. Ketika usianya menginjak
80 tahun, The Chung Shen akhirnya memutuskan untuk menjual
Jawa Pos. Dia merasa tidak mampu lagi mengurus perusahaannya,
sementara tiga orang anaknya lebih memilih tinggal di
London, Inggris.
Kepemimpinan Dahlan Iskan
Pada tahun 1982, Eric FH Samola, waktu itu adalah Direktur
Utama PT Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo) mengambil
alih Jawa Pos. Dengan manajemen baru, Eric mengangkat
Dahlan Iskan, yang sebelumnya adalah Kepala Biro Tempo
di Surabaya untuk memimpin Jawa Pos. Eric Samola kemudian
meninggal dunia pada tahun 2000. Dahlan Iskan adalah
sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir
mati dengan oplah 6.000 eksemplar, dalam waktu 5 tahun
menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
Lima tahun kemudian terbentuklah Jawa Pos News Network
(JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di
Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar,
tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di
Indonesia. Pada tahun 1997, Jawa Pos pindah ke gedung
yang baru berlantai 21, Graha Pena, salah satu gedung
pencakar langit di Surabaya. Tahun 2002 dibangun Graha
Pena di Jakarta. Dan, saati ini bermunculan gedung-gedung
Graha Pena di hampir semua wilayah di Indonesia.
Tahun 2002, Jawa Pos Group membangun pabrik kertas koran
yang kedua dengan kapasitas dua kali lebih besar dari
pabrik yang pertama. Kini pabrik itu, PT Adiprima Sura
Perinta, mampu memproduksi kertas koran 450 ton/hari.
Lokasi pabrik ini di Kabupaten Gresik, hanya 45 menit
bermobil dari Surabaya.
Setelah sukses mengembangkan media cetak di seluruh
Indonesia, pada tahun 2002 Jawa Pos Grup mendirikan
stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian
diikuti Batam TV di Batam, Riau TV di Pekanbaru, FMTV
di Makassar, PTV di Palembang, Padjadjaran TV di Bandung.
Memasuki tahun 2003, Jawa Pos Group merambah bisnis
baru : Independent Power Plant. Proyek pertama adalah
1 x 25 MW di Kab. Gresik, yakni dekat pabrik kertas.
Proyek yang kedua 2 x 25 MW, didirikan di Kaltim, bekerjasama
dengan perusahaan daerah setempat.
Pada tahun 2008, Jawa Pos Group menambah stasiun televisi
baru: Mahkamah Konstitusi Televisi (MKtv) yang berkantor
di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta.
Politik
Sirkulasi Jawa Pos menyebar hingga ke seluruh provinsi
Jawa Timur, Bali, dan sebagian Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Jawa Pos terbit dalam beberapa edisi.
Jawa Pos edisi Surabaya
Jawa Pos edisi Surabaya beredar di daerah Kota Surabaya
dan sekitarnya (Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik),
terbit dengan tiga seksi utama:
• Jawa Pos (utama), berisi berita-berita utama,
politik, ekonomi/bisnis, Jawa Timur, nasional, internasional,
dan rubrik-rubrik tematik lainnya.
• Metropolis, berisi berita Kota Surabaya dan
sekitarnya (Sidoarjo dan Gresik), Deteksi (halaman untuk
remaja, salah satunya berisi polling harian), hiburan,
kesehatan, teknologi, dan rubrik-rubrik "ringan"
lainnya serta rubrik mingguan
• Olahraga, berisi berita-berita olahraga, terutama
ulasan mengenai sepak bola dan balap (Formula 1, MotoGP).
Seksi ini juga berisi iklan baris.
• DetEksi berisi berita tentang kehidupan remaja,
mulai dari otomotif, style, techno, hingga anime. terdiri
dari 3 halaman yang disisipkan pada bagian Metropolis.
Hingga kini detEksi Jawa Pos aktif mengadakan event
seperti DetEksi Basketball League, Dan MAding Championship.
Halaman ini kini telah menjadi bacaan wajib bagi remaja
di Surabaya. Seksi ini semua crew-nya masih berstatus
mahasiswa, mulai dari reporter, editor, hingga fotografer.
Jawa Pos edisi luar Surabaya
Kawasan Jawa Timur dan Bali
Hal yang membedakan Jawa Pos edisi Surabaya dan luar
Surabaya adalah seksi "Metropolis" diganti
dengan seksi yang lebih regional, dengan sebutan "Radar".
Seksi "Radar" berisi berita-berita lbanyak.
Rubrik-rubrik Metropolis (seperti di Jawa Pos edisi
Surabaya) sebagian masih dipertahankan. Seksi Jawa Pos
utama dan Seksi Olahraga sama persis dengan edisi Surabaya.
Saat ini Jawa Pos memiliki 15 "Radar", yang
masing-masing memiliki redaksi sendiri di kotanya yakni:
• Radar Banyuwangi (Banyuwangi), beredar di Banyuwangi
dan Situbondo.
• Radar Jember (Jember), beredar di Jember, Lumajang
dan Bondowoso.
• Radar Bromo (Kota Pasuruan), beredar di Pasuruan
dan Probolinggo.
• Radar Malang (Kota Malang), beredar di Malang
dan Batu.
• Radar Mojokerto (Kota Mojokerto), beredar di
Mojokerto dan Jombang.
• Radar Kediri (Kota Kediri), beredar di Kediri
dan Nganjuk.Kantor di Jalan Brawijaya Kota Kediri
• Radar Tulungagung (Tulungagung), beredar di
Tulungagung, Trenggalek, dan Blitar.
• Radar Bojonegoro (Bojonegoro), beredar di Bojonegoro,
Tuban, Lamongan, dan Blora.
• Radar Madiun (Kota Madiun), beredar di Madiun,
Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.
• Radar Madura (Bangkalan), beredar di Pulau Madura.
• Radar Bali (Bali), beredar di Denpasar Bali.
Redaksi "Radar"-"Radar" ini berada
di sejumlah kota. Isi berita "Radar" bersifat
lokal, dan memuat iklan yang juga bersifat lokal, serta
seksi Olahraga lokal.
Kawasan Jawa Tengah dan DIY
Jawa Pos edisi Jawa Tengah/DIY sedikit berbeda dengan
edisi Jawa Timur. Meski berita utama (headline) dan
sebagian besar isi beritanya adalah sama, Jawa Pos edisi
Jawa Tengah/DIY berisi rubrik tambahan yang bersifat
lokal (seperti rubrik Ekonomi Bisnis, Jawa Tengah),
serta tidak termasuk iklan baris (yang mana hanya beredar
di Jawa Timur).
Jawa Pos di Jawa Tengah dan DIY juga terdiri atas sejumlah
"Radar", yakni:
• Radar Semarang (Kota Semarang), beredar di Semarang,
Salatiga, Demak, Kendal, Batang, dan Pekalongan.
• Radar Solo (Kota Surakarta), beredar di eks
Karesidenan Surakarta (Surakarta, Boyolali, Klaten,
Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri).
• Radar Kudus (Kudus), beredar di Kudus, Pati,
Jepara, Grobogan, Rembang, dan Blora.
• Radar Jogja (Kota Yogyakarta), beredar di Provinsi
DIY, Magelang,Purworejo, Kebumen, Temanggung, dan Wonosobo.
Dari sisi manajemen, Radar-Radar yang ada ini dikelola
secara otonom. Rekrutmen karyawan dan wartawan dilakukan
sendiri oleh masing-masing manajemen Radar.
|